Kamis, 09 Agustus 2012

Share - Ketika cari rumah sendiri

Tulisan ini aku buat hanya untuk share pengalamanku waktu cari rumah sendiri. Karena cari rumah ternyata ga mudah dan cocok-cocokan. Kaya nyari jodoh. Kalo sudah ketemu yang sreg biasanya ada aja kemudahan yg membuat kita bisa beli rumah sendiri.

Ngontrak , tinggal ama ortu or Beli rumah sendiri?
Kalo disuruh milih diantara 3 itu, kami memilih beli rumah sendiri. Tinggal ama ortu dah pernah dijalani, susah senangnya juga dah pernah dirasain, Yang jelas tinggal ama ortu ada enak ada enggaknya. Enaknya ya ga keluar uang buat kontrak, bayar listrik, n setumpuk rekening rumah lainnya. Ga enaknya ya kudu tau diri lah, ga bisa hanya berleha-leha sendiri sementar ortu sibuk didapur or kerjaan rumah. Ato kita ga bisa juga bebas menentukan 'gaya hidup' keluarga kita karena mo ga mau ortu pasti terlibat. Buat yg ga suka dicampuri pasti mesti banyak sabar deh.

Ngontrak? Pertama kali nikmat bangert karena seperti terlepas dari sangkar. Kita bebas menerapkan aturan untuk keluarga. Bebas mo nentuin gaya hidup kita. Mo rumahnya berantakan juga ga akan ada yg protes donk!. Belakangan ngontrak lumayan menguras kocek.Apalagi yg ngontrak dekat pusat kota. Setiap tahun musti ngeluarin biaya 6jt-10jt/thn atau setara 500rb - 800rban/bulan! Sayang juga donk kalo ngontrak 10 tahun berapa biayanya? rumahnya ga jadi milik pula!.

Akhirnya aku dan suami sedikit 'nekad'. Kami beranikan diri untuk ngambil perumahan alias nyicil rumah dengan KPR. Survey kesana kemari, mulai dari sawangan sampai cilengsi. dari cikarang sampe cibubur. Alhamdulillah ada juga yg cocok dengan kriteria rumah idaman kami. Herannya begitu nemu rumah yg sreg, Alloh seperti memberi kemudahan buat kami untuk membelinya, padahal tabungan belum cukup. Kami hanya sanggup menyisihkan sebagian gaji untuk cicilan bulanannya. Kami pikir apa bedanya? toh kalo kami tabung uang tersebut sampe uangnya banyak baru beli rumah, di jaman itu harga rumah pasti sudah lebih mahal dari jml tabungan kami. Nahhh lebih baik kelebihan tabungan itu langsung dipake buat nyicil. So, begitu cicilan selesai, rumah udah jadi milik n harga rumah kalo mo dijualpun sudah lebh tinggi dari harga ketika kami beli, tull ga?

Kriteria Rumah idaman Kami.
Bagaimana kriteria rumah idaman anda? ini penting karena kita ga mungkin mencoba semua daerah untuk tau cocok apa enggak.Aku dan suami termasuk yang rajin baca koran 'Poskota' tiap minggu untuk lihat info rumah second dijual, atau tiap ada pameran perumahan kami selalu kumpulin brosurnya. Semua info itu membuat kami tambah pusing untuk nentuin rumah idaman.Akhirnya kami buatlah coret-coretan kriteria. Ini kriteria yang cocok buat kami:

1. Lokasi di daerah Jabodebek wilayah selatan or bekasi Selatan. Pertimbangannya karena daerah tsb airnya masih bagus dan ga panas alias masih cukup adem.So,brosur2 or iklan yg posisi rumahnya bukan jaksel or bekasi selatan langsung kami singkirkan.

2. Dekat dengan akses toll. Ini penting karena kami punya sanak saudara yg berjauhan ( meskipun masih wilayah jakarta) tapi kalo kena macet kan ga enak la yaw! Kami juga berfikir kasian kalo ada acara2 dirumah kami, sementara akses ke rumah ternyata muacetttt ihhh...bikin males yg dateng.Karena itu juga wilayah depok yg semula favorit, jadi urung kami lirik karena ternyata depok sekarang ga senyaman depok ketika kami kuliah dulu. Macet, ga ada tol, kebanyakan mall.

3. Lingkungan cukup baik, bersih, aman dan nyaman.
Kami pernah survey ke daerah rambutan melihat rumah. Rumahnya sih cukup baik, harganya juga sedang, tapi daerahnya sempit, mobil susah masuk, dan agak kumuh. Untuk yang terakhir itu aku agak straight. Menginngat kami punya anak2 kecil, kalo dirumah kami setengah mati menjaga kebersihan sementara lingkungan sekitar ga mendukung, welehh2 cape dehhhh...

Survey...survey...kudu survey..
Untuk yang satu ini, aku dan suami pernah survey kemana2.
  • Pernah ke cikarang, wahhh daerah pabrik, panas, jauhhh, n airnya ga bagus. Ga jadi dehh
  • Pondok Ungu - Waktu itu survey naik motor, waduw jauhh banget, sampe badan pada semutan. Kejauhan n banjir pula.
  • Sawangan - Weleh22 meskipun adem dan asri, tapi aksesnya susah , ga ada tol yg dekat.
  • Depok - apalagi ini, udah banyak mall, ga ada toll, rame banget! Kasian suamiku kalo stress berangkat kerja udah jauh, macet.
  • Citra Indah Cilengsi - Daerahnya enak sih. adem, berbukit, udara bersih, air bagus. Tapi kejauhan !!!
  • Villa Nusa Indah - Sebenarnya udah cocok daerahnya, ga terlalu jauh, akses toll bisa dari Toll Jagorawi, lewat cibubur ato toll jatiwarna . Tapi entah kenapa kami kok dapet tanah yg ga bagus ya? akhirnya di cancel deh
Dari semua itu memang kebanyakan kami survey perumahan, dengan pertimbangan:
  • Lingkungan sudah tertata, jalan, listrik, telpon, satpam ada .
  • Biasanya perumahan itu dihuni oleh orang - orang yg sebaya, sehingga kami bisa bergaul lebih mudah dan merasa sama.
  • Bukan berarti tinggal di daerah kampung/bukan komplek ga bagus. Tergantung wilayahnya juga, ortu kami juga tidak tinggal diperumahan. Makanya kami sudah kenyang susah senangnya tinggal di wilayah umum.Pingin donk sekali-kali ngerasain di perumahan.
  • Selain itu, kalo mencari rumah di wilayah kampung umum tidak lebih mudah dari perumahan. Karena wilyah tersebut kita ga tau gmn, orang2nya dan banyak lagi pertimbangan.
Nyicil KPR ato Bangun sendiri?
Untuk yang ini, kami pilih nyicil aja karena pertimbangan diatas. Kecuali kalo anda punya uang banyak setelah nikah atao dapet warisan sih ga masalah. Yang jelas kalo bangun sendiri, mesti dipertimbangkan biayanya, tukang yg bagus kerjanya ( karena banyak tukang yg kerjanya asal jadi dan lama), Pengawasnya siapa, n yg jelas waktunya. yang pasti bikin sendiri biasanya lebih puas karena kita bisa lihat proses dan milih barang2 sendiri.Untuk hal itu aku dah pernah ngalamin gmn susahnya ortu bikin rumah sedikit demi sedikit.

Memang perumahan pun tidak selamanya bagus. Kualitas bangunan pun sering diragukan. Tapi kalo buat keluarga kecil yg baru nikah, masih bisa lah untuk 5- 10 thn selama anak2 masih kecil. nantinya Kalo mau direnovpun bisa ndah siap baik segi uang maupun mental anak2 untuk pindah sementara ato ikut menikmati debu2 renovasi.Kalo pun ngontrak sementara pasti ga akan lama.paling lama setahun untuk menunggu rumah benar2 siap selesai renovasi.

Yang jelas, apapun  cara anda mendapatkan rumah idaman, semua butuh pengorbanan, ada kelebihan dan kekurangannya. Tergantung yg sesuai dgn kemampuan anda.

Bukan mau berpromosi, Alhamdulillah kami sudah menemukan rumah idaman yg mendekati kriteria kami. Kami memilih tinggal di  Bekasi Selatan.
Daerahnya tepat di sisi toll Jorr Jatiwarna - Cikunir, Masih banyak pohon, adem, airnya bersih ( untuk cluster ku), ga banjir sampe ke dalam (hanya di jalan boulevardnya).Cukup aman, mau ke Pondok Indah, MM2000 cikarang cuma 15 menit. Ke cibubur , pondok gede, Mall cibubur junction , Tamini Square, Bandung deket. Cuma kualitas bangunan kurang bagus. Yahhh..itu peer kami kedepan. yang penting, saat ini cukuplah buat tempat kami berteduh. Kalo mo cari kurangnya sih manusia ga pernah merasa cukup. ya kan???

Selamat mencari rumah idaman

Kotak P3K dirumah

Berikut daftar obat2an yang langganan dipakai keluarga kami terutama buat Syahmi dan Sahlan. Pokoke harus ready stok dirumah, supaya kalo ada apa2 bisa kasih pertolongan pertama. Mo nyontek, silahkan aja.Or mo ditambahin dengan obat langganan anda? dengan senang hati loh. Tapi jangan lupa konsultasi ke dokter masing2, oke?


No Nama Obat Jenis Penyakit Peruntukan Jenis Obat
1 Bisolvon syrup, strawberry batuk berdahak anak 2-5thn  
2 Transpulmin balsam balsam flu,sakit perut dsb babies balsam gosok
3 Mycostatin sariawan, tumbuh gigi babies tetes,
4 Locoid biang keringat disekitar kepala babies salep
5 Giovan biang keringat sekitar tubuh babies, kids sabun mandi
6 Myco-Z ruam popok dan selangkangan babies salep
7 Kandistatin jamur dimulut/lidah babies anti biotik
8 Apolar merah2 dikulit/dermatitis babies salep
9 Mucopect drops batuk berdahak babies obat tetes
10 Lactacyd liquid biang keringat, penyakit kulit babies, kids sabun cair mandi
11 bisolvon 2mg/ml larutan batuk berdahak babies, kids syrup
12 Thrombophob gel memar karena benturan keras babies, kids salep
13 Nipe pilek babies drops
14 Elox ruam kulit disekitar wajah, kepala babies salep krim
15 Ryzen Alergi babies oral drops
16 Lacto-B Diare, Mencret babies puyer
17 Tempra - drops Panas, nyeri krn imunisasi babies oral drops
18 Curvit Syrup Ga nafsu makan kids syrup rasa jeruk
19 Minyak Tawon Memar, terbentur, gigitan serangga babies,kids minyak oles
20 Pedialyte Mencret,diare babies obat cair siap minum
21 Benoson krim babies gatal disekitar anus babies,kids salep anti bakteri
22 Oralit bubuk Diare, Mencret babies,kids pengganti cairan
23 Stimuno Sering sakit kids syrup

So, moms and dads, monggo kalo mo ditambahin daftarnya.Semoga bisa saling berbagi n bermanfaat.

Refleksi diri

Apakah kamu seorang perempuan
lahir sebagai anak tertua, disekolahkan paling tinggi diantara adik2 yang lain?

Apakah kamu anak yang ketika gadis hanya tau sekolah, kursus dan rumah?
apakah kamu termasuk anak yang penurut?

Apakah kamu ketika baru saja lulus langsung memutuskan untuk menerima pinangan seorang lelaki?
Apakah kamu belum pernah bekerja tetap dan punya punya pendapatan sendiri?
Apakah kamu belum sempat membahagiakan ortu tersayang dgn hasil jerih payahmu?

Apakah kini kamu sibuk dengan urusan domestik perempuan?
Apakah kini kamu berkutat dengan melulu urusan anak, dapur dan rumah?
Apakah kini kamu hanya  bisa bergantung dari penghasilan suami?

Apakah kamu pernah merasa ingin memberi kepda ortu dan adik2mu?
Apakah kamu istri yang takut meminta sedikit dari uang belanja utk diberikan pada ortu ?
Apakah kamu mulai merasa tidak dihargai atas pengorbanan untuk tidak berkarir diluar rumah, tidak punya penghasilan yg bisa bebas diberikan kepada ortu sendiri, mendidik dan merawat anak-anak?padahal biaya untuk membayar pembantu dan baby sitter tidaklah murah, lalu kenapa pengorbanan mu tidak ada yg menghargainya, apalagi bangga dengan pilihanmu itu?

Sementara perempuan lain bisa berkarir tinggi, penghasilan besar, bebas menggunakan uangnya untuk apa dan siapa saja, bahkan tidak tergantung lagi dgn suami dalam hal financial. Apakah kamu iri?

Apakah kamu bimbang?
Karena untuk bisa meraih semua itu kamu harus meninggalkan anak-anak hanya dengan pembantu dan BS nya?
Kamu harus rela berangkat pagi-pagi sekali dan pulang dikala hari sudah larut.
Kamu harus rela kehilangan moment indah ketika anak-anak mu tumbuh, sementar hal itu tidak pernah terulang.
Demi membahagiakan ortu tersayang, membantu ekonomi keluarga dan mengaplikasikan ilmu memang ada yang harus dikorbankan.

Dialah anak-anakmu.
lalu kenapa para suami sedikit sekali menghargai pengorbananmu?
Istri yang melayaninya, melahirkan anak2nya, merawat dan mendidik mereka ,...
TANPA DIBAYAR sedikitpun....24 jam NONSTOP, 7 hari dalam SEMINGU.
Mengapa tak diberinya saja sedikit penghasilannya kepada istrinya untuk pengganti pengorbanan sang istri kepada ortunya?
Karena semua itu tidak pernah ada ketentuannya.

Kalau begitu,
sungguh hebat bagiku perempuan2 yang berkarir diluar rumah...karena
mereka masih sempat membagi waktunya untuk keluarga
memeras keringat untuk membalas jasa ortunya
merasakan lelah yang 2x lipat demi membantu ekonomi keluarga.

Sungguh mulia perempuan2 yang memilih dirumah
menjaga anak, rumah dan harta suaminya.
tidak dibayar sedikitpun kecuali mengharap kasih sayang Alloh dan semoga anak-anaknya menjadi kebanggaannya dan bangga pada dirinya.

Mengecewakan juga bagi suami-suami yang tidak berfikir untuk memberi kesempatan istrinya bekerja,
tidak ingin Menyisihkan sebagian dari penghasilannya tidak hanya untuk ortunya tapi juga untuk mertuanya, sebagai ganti anak perempuannya yang telah diambil untuk mengabdi padanya.
Suami2 yang sedikitpun tidak pernah membesarkan hati istrinya dengan nasihat-nasihat mulia, pujian karena telah merawat dan mendidik anak-anaknya, perhatian atas kasih sayang istrinya buat dirinya. Karena pujian adalah reward  yang memberi energi seorang istri dikala gundah, energi ibu dikala stress mengahadapi masalah rumah tangga dan anak-anak.

Wahai para perempuan,
tetaplah engkau bersemangat meski tiada seorang pun memuji kerja keras dan pengorbananmu.
Karena hanya balasan dan pahala Alloh saja yang pasti didunia ini.

Wahai para lelaki,
hargai kerja keras istrimu
hargailah pengorbanan istrimu
jadilah penyemangat keluargamu
Dan sempatkan memberi pujian indahmu.


Bayi kita seperti apa yg kita pikirkan.

Mungkin kalimat itu hampir tepat menggambarkan perjalanan mudikku kemarin. Awalnya aku agak khawatir mudik kali ini bakalan repot n rusuh. Masalahnya aku dan suami ngeboyong 2 jagoan kami. Kalo Syahmi mungkin tidak terlalu bermasalah karena dia sudah cukup besar 3.5 thn. Tapi si kecil sahlan baru 6bln! Bibiku sempat pesan agar mudiknya ga usah terlalu lama karena ada bayi. kasihan sahlan pasti ga nyaman karena banyak orang.

Dengan berharap-harap cemas kami tetap berangkat, sambil terus berfikir positif dan sesekali bilang ke Sahlan, 'jangan sakit ya, de..'....jangan sakit ya,de....'

Hari pertama sampai hari kedua berlalu di Banjar, Sahlan tampak enjoy. Meskipun suasana dirumah nenek sangat ramai. Bayangkan saja ada hampir 10 keluarga dengan memboyong anak2nya yang nginap dirumah nenek!. Tidur seperti pengungsi, alias ngampar mulai dari ruang tamu, kamar, sampai ruang tengah. Kalo mandi ngantri, meskipun sudah ada 4 kamar mandi di rumah nenek, tetap saja acara mandi jadi saling rebutan.Berhubung aku bawa bayi, jadi saudara2 yg lain menyuruh aku tidur dikamar, (alhmdulillah) tapi ternyata dikamar tidak lebih nyaman dari diluar.Panas banget, karena penuh sesak dengan koper, tas dan barang-barang lain. Jadi yang diluar hanya kasur dan kipas. Aku berusaha untuk tenang dan ga mikir aneh, mudah2an sahlan ga rewel. Alhmdulillah ga tuh! Justru si kakak Syahmi yang rewel. Karena terbiasa tidur bareng aku dan abinya, jadi dia ga mau disuruh tidur diluar bersama sepupu-sepupunya. Alhasil, jadilah kami berempat tidur dikamar diantara koper dan barang.malam pertama dilalui syahmi dgn sangat bete'. Dia ga berhenti ngigau, nangis, sampe nendang2 selama tidur. Saking ga bisa diam selama tidur, sampai-sampai dia 'tergusur ' sudah ada dibawah tempat tidur !. Begitu mau bangun malah kejedot! hehehe.... kasian tapi aku jadi ingat masa kecilku dulu juga suka begitu.

Meskipun banyak orang, Syahmi dan sahlan tetap enjoy. Sahlan malah senang banyak temannya.Hanya saja dia mungkin kecape'an karena digendong kesana kemari.

Hari ke3, Sahlan mulai flu. Ada cairan lendir bening keluar dari hidungnya. Aku coba beri dia jus jeruk. Alhamdulillah reda.Selama mudik, acara silaturahim dan 'soan' kemana-mana pasti ga terlewat. Mungkin ini juga yang bikin Sahlan cape'. Meskipun naik mobil sendiri, tetap saja jadwal tidurnya menjadi berantakan, dan ga nyaman. Terkadang dia berjam-jam tidur di mobil sambil digendong. kalo sudah cape digendong, dia tidur di jok  mobil yang kualasi kasur dan bantal kecilnya.

Belum lagi waktu kunjungan n nginap di Kebumen, prembun. Aku sempat ga yakin dgn kondisi dikampung yang rumahnya belum permanen tembok, lantai masih tanah. tapi ternyata Sahlan bisa tidur nyenyak, begitupun Syahmi malah pules n ga pake ngigau. Apalagi ternyata udara di kampung dingin banget! n anehnya GA ADA NYAMUK!

Itu yang paling aku suka, karena aku ga bisa tidur kalo banyak nyamuk.Herannya dikampung yang dikelilingi hutan kelapa ini malah tak satupun nyamuk yang nongol! Boro-boro temannya nyamuk juga ga ada! .Hanya yang membuat ku agak khawatir adalah air nya yang berwarna kuning, katanya akibat musim kemarau. Akhirnya abi harus menyaring air sumur supaya jernih.Barulah aku berani memakai untuk mandi anak2 n diriku juga.Untuk urusan higienis aku agak protektif, sengaja dari Jkt aku bawa sabun dan sikat khusus untuk mencuci botol susu dan alat2 makan anak2. Bahkan cairan antiseptiknya!.Aku ga mau ambil resiko sama kesehatan bayi.

Setelah 2mlm nginap dikampung, kami kembali pulang ke banjar untuk esoknya pulang ke Jkt.Dan benar yg aku khawatirkan. malam sebelum kami pulang ke Jkt, Sahlan kena flu dan mencret. Sepanjang perjalanan Kebumen - Banjar di sampe pup 6x! Yang bikin aku khawatir diantara pupnya itu ada semu-semu warna merah seperti darah, padahal dia ga aku kasih pepaya. Akhirnya malam itu juga aku dan Abi mendatangi dokter anak di kota banjar, aku ga mau ambil resiko, karena besok kami harus kembali ke Jakarta. Kalau aku ga pegang obat dari dokter, aku khawatir di Jalan Sahlan tambah parah.

Sampai kami kembali di Jakarta, Sahlan masih saja mencret. kali ini sudah berkurang. Kata orang tuaku, kemungkinan dia masuk angin karena kebanyakan jalan. Tidurnya juga gelisah, seperti yang ga enak badan, pegal dan serba salah.Yahh..mudah2an Sahlan cepat sembut ya...sekarang sih dia sudah ceria kembali, makannya juga banyak. Tapi pupnya juga jadi banyak hehehe...dikasih pepaya yang keluar pepaya, dikasih sayur yang keluar sayur.

Masih ada satu peer, Sahlan harus di urut dulu supaya masuk anginnya hilang n dia ga pegel lagi.Kasihan anakku, maafin ya sayang, Insya Alloh Sahlan jadi lebih kuat.

Share - Ngurus 2 anak.

Apa bedanya punya anak satu dengan punya anak dua? Pertanyaan itu mungkin pernah aku pikirkan ketika dulu ingin punya anak. Tapi setelah menjalaninya sendiri barulah terasa bedanya.Sewaktu baru punya Syahmi:

1. Aku masih kaget bagaimana mengurus anak, jadi bawaannya panikkan melulu. Anak panas sedikit bingung. kalo jatuh langsung panik etc deh.

2. karakter syahmi sejak lahir, kalo tidur malam ga nyenyak, sering bangun dan nangis kecang . Hal ini terjadi dalam 2-3bln pertama sejak lahirnya. Semakin kesini, dia semakin pulas tidurnya.

3. Kalo siang hari syahmi bisa tidur 3x. Pagi sehabis mandi sampai setengah pagi, siang setelah makan dan sore. Tapi ketika bertambah usia jam tidurnya berangsur kurang. Sekarang di usianya 3.5thn, dia jarang tidur siang. Kalo tidur siang lamanya bisa sampai 3 jam baru bangun. kalo kurang dari itu trus dibangunin pasti rewel, jadi mending biar dia bangun sendiri. Kalo ga tidur siang, selepas maghrib dia pasti sudah tidur sampai pagi.

4. Cara supaya syahmi ga sering bangun malam minta susu adalah membuatnya makan kenyang di siang hari. Makan pokok 3x yang kenyang dan selingan 2x. Pasti malamnya tidur pulas. Tapi kalo ga kenyang ato ga makan, dia bisa 2-3x bangun minta susu karena lapar.

5. Waktu bayi Syahmi bisa tidur pulas tanpa diganggu siapapun di siang hari.

6. Untuk penyakit2 baru, aku selalu ke dokter karena ga tau obat untuk pertolongan pertama. jadinya Syahmi itu langganan ke dokter melulu.

7. Waktu syahmi mulai makan, aku rajin bikinin resep makanan bayi karena waktu itu hanya syahmi yang diurus, dan waktuku juga banyak.

Setelah Sahlan lahir:
1. Karakter Sahlan kebalikan dari kakaknya. Sejak lahir dia ga pernah bangun dan menangis ditengah malam, justru dia tidur pulas seperti orang dewasa lainnya tidur. hanya sesekali dia nyusu ASI. Itupun karena tidurnya disebelahku jadi ketika ingin nyusu dia hanya bergerak sedikit, langsung ke susui sambil tiduran, setelah kenyang sahlan tidur lagi tanpa kesulitan.

2. Siang harinya, justru sahlan ga bisa tidur sebanyak syahmi dahulu. Karena syahmi sering berisik dirumah, jadi sahlan terngganggu. Kalaupun tidur hanya sebentar. paling lama 1 jam.

3. Aku sudah tidak terlalu panik menghadapi dan mengurus anak.Semua obat2n yang pernah syahmi pake untuk sakit apapun (kecuali puyer racikan dokter) selalu ku stok dirumah untuk jaga2. Pengalaman ketika syahmi, membuatku sering menghafal nama2 obat untuk sakit yang sudah langganan. Misalnya, rusm popok obatnya salep myco-z dsb.

4. Enaknya punya anak kedua, si kakak bisa kita suruh untuk bantu menjaga adiknya dengan mengajak bermain. Jadi aku bisa mengerjakan pekerjaan lain. Kalo dulu, aku ga bisa ninggalin anak sendiri, takut nangis, jatuh dsb lah.

5. Susahnya punya anak dua, waktu semakin banyak untuk ngurus anak. Kadang kita lagi nyusui adiknya, eh si kakak minta pup n cebok. Ga mungkin kan nyebokin anak sambil gendong bayi???? Repotnya kalo dua-duannya minta 'dilayani' bersamaan terus nangisnya juga bareng.... pyuuuuhhhhh....terasa deh tuh capenya. gimana kalo punya anak 12 ya???

Kata Abi sih, justru kalo anak 12 lebih gampang Caranya anak 1 ngurus anak ke 7, anak ke2 ngurus anak ke 8 dst, sampai anak ke 6 ngurus anak ke 12!!!!!!! Lagian siapa juga yang mau melahirkan 12 X!!!! cape' dehhhhhhhhhhh.....

No Maid

Ini sudah hari kedua aku jalani tanpa si mba yang biasa bantu dirumah. Akhirnya semua pekerjaan aku yang kerjakan. Mulai dari membuat sarapan sampai nyuci baju plus ngurus dua bocah laki-laki.

Aku dan suami sempat kaget waktu si mba bilang mo istirahat dulu alias ga kerja lagi di rumah kami. Padahal sebelum kami tinggal mudik kemarin dia ga bilang apa-apa ( kalo bilang, kan aku bisa sambil nyari orang di kampung ). Bahkan si mba yang baru kerja 6bln di rumah kami itu, kebagian THR dari suamiku. Kami pikir biar dia tambah betah kerja, kami juga sudah bilang padanya sebelum mudik, bahwa setelah lebaran nanti kami akan menaikan gajinya.Trik-trik seperti itu sudah kami praktekkan demi membuat betah si mba. Tapi tetap saja rencananya tidak berubah.Akhirnya ya, akulah yang harus melakukan semuanya.

2 hari ini aku seperti kehabisan waktu. Belum selesai kerjaan satu, muncul lagi kerjaan lain yg menunggu. Pagi-pagi aku harus sudah menyiapkan sarapan buat mas dan anak2. Setelahnya aku segera mandi sebelum anak-anak bangun, karena kalo mereka sudah bangun aku sudah tidak bisa mengurus diriku sendiri.

Begitu si kecil sahlan bangun, segera dia ku suapi sarapan dan susu, sambil main sebentar-sebentar aku menyelinap membersihkan rumah, mencuci piring. Begitu air panas matang segera kumandikan sahlan. Selesai lah urusan si kecil, tak lama Syahmi bangun.

Seperti biasa dia minum susu dulu sebelum turun dari tempat tidurnya. Sesudah itu barulah dia kusuruh bermain sebentar dengan adiknya, trik ini berhasil supaya aku bisa melanjutkan membersihkan rumah dan mencuci baju. Belum selesai mencuci, kuajak Syahmi mandi. Syahmi suka berendam di bak mandinya lama. jadi aku bisa sambil menyelesaikan mencuci. Sementar Sahlan terpaksa 'kutitipkan' pada TV, supaya dia ga menangis. Sebenarnya ini kurang bagus, karena yg pernah kubaca kalo anak2 balita terbiasa nonton tv terlalu lama maka bola matanya jadi tidak aktif bergerak. Efeknya akan membuatnya malas membaca buku karena ketika membaca, bola mata kita harus aktif bergerak mengikuti tulisan.Tapi aku berupaya mengalihkannya dari TV jika sudah selesai semua kerjaan rumah.

Selesai mandi dan mencuci, Syahmi kuberikan sarapan.Harusnya sih dia disuapi karena sudah terbiasa begitu. tapi berhubung Sahlan sudah teriak-teriak nangis karena mau bobo pagi, jadilah Syahmi kutinggal dengan sarapannya berharap dia mau makan sendiri.

Agak siang sedikit anak2 suka tidur siang sebelum makan siang, nahhh saat itu aku suka ikutan tidur karena ngantukkkkkkkkkkkkkk banget . Padahal perut laper karena masih menyusui. jadinya aku suka males bangun makan. Siang hari memang aku gunakan buat istirahat, karena menjelang sore kegiatan seperti pagi akan berulang lagi bersamaan. Mulai dari memandikan anak sampai ngasih makan dua -duanya.

Menjelang maghrib, aku lebih suka berdiam di kamar dengan anak2 sambil sholat atau bercanda dengan anak2.Mereka juga sepertinya suka dan tau kalo menjelang malam waktunya untuk kumpul di kamar. Karena tidak lama Abinya pulangpun ikut masuk kekamar dan bercanda dengan kami terutama Sahlan dan syahmi. Setelah anak-anak tidur , barulah aku bisa sedikit bernafas, mengurus suami atau membuka komputer n browsing or posting something di blog aku.

Well, gitu deh kegiatan ku saat ini. Aku sih dah mulai terbiasa ditinggal pembantu. kalo dulu2 suka sakit hateeee deh ama pembantu. Abisnya, kita sudah berusaha ngalah dan baik sama mereka, tapi mereka tidak mau setia sama kita , so what? cape' deh....

Ga nyangka, aku dulu orangnya ga pernah diam dirumah. Selalu ada yang aku kerjakan diluar.Teman2 bilang aku termasuk aktif. Tapi sekarang, aku benar2 hanya milik anak-anakku, dan suamiku ...

kemajuan or kemunduran yah? mmm...nampaknya memang masaku untuk aktif n wara-wiri kesana kemari sudah lewat. Sekarang masanya aku mengurus rumah, suami dan anak. Entah berapa lama aku bisa bertahan. Yang jelas aku masih punya keinginan dan cita-cita. Anak, keluarga adalah salah satu cita2 yang sudah tercapai, tinggal meraih cita-cita lainnya. Doakan aku yaaaaaaa

Dari hari Anniversary kami yg ke 6th.

Wakaak kenapa mau ngakak ya baca ini :DDD
*****
Abis baca blognya BundaUlum tentang sikap para suami yg suka males menjawab omongan istri, tiba2 jadi ingat cerita Ummi waktu bikin surprise buat Abi.

Sengaja hari itu, tgl 7 oktober 2007 aku ga ngomong apa-apa sama abi.Padahal tgl itu adalah tgl yg bersejarah buat kami berdua. 6 tahun yg lalu kami resmi menjadi suami istri. Dengan proses yang terbilang cepat dan kilat, aku mau menerima jadi istrinya.

Makanya, acara ifthor bersama teman2 LabSI dulu kujadikan surprise party. Surprise buka hanya buat Abi tapi juga buat teman2 yang datang saat itu. Es Krim tart spesial pun jauh2 hari sudah kupesan lewat Oliv. Aku ingin memberinya hadiah yang tak terlupakan dan yang berbeda dari tahun2 sebelumnya.Apalagi mengingat baru bulan agustus kemarin abi Ultah, tapi aku ga bisa kasih hadiah apa2.

Kali ini aku ingin membuatnya senang. Membuatnya merasa diperhatikan dan tidak terlupakan.Aku sering merasa berdosa karena tidak bisa memberi apa2 buatnya. Padahal begitu banyak yang sudah abi berikan. Dia menjadi tulang punggung dalam keluarga ini. Dia juga begitu sabar mau ikut mengasuh anak-anak. Mungkin dibanding aku yang hanya 24 jam dirumah. Yang kerjanya hanya menunggu anak-anak dan mengurus rumah. Tidak punya penghasilan apa-apa. Apa yang bisa aku banggakan dan apa yang bisa membuat Abi bangga padaku? mungkin ga ada.

Tapi ternyata abi tetap sepertiyang dulu, bahkan mungkin lebih cuek dari pada sebelum punya anak. Aku ingat dulu waktu di Sangatta, ketika bulan puasa. Abi pulang dari kerja dan tidak menemukanku di kamar, dia mencari aku sampai ke dapur barak. Atau ketika idul Fitri dia 'kehilangan' jejakku karena aku ikut pulang kerumah temannya sambil menunggunya selesai, dia sampai bertanya ke semua orang kemana aku. Saat itu dia bilang hampir merasa takut kehilangan aku. Tapi sekarang, ketika beberpa waktu lalu aku sempat ngambek dan pergi tanpa pamit, dia ga mencari-cari aku, hanya mengirim sms yg berisi agar aku pulang dan segera menelponnya.

Seringkali aku merasa takut untuk marah padanya. Karena dibanding semua kebaikannya dan selalu coba kuingat kebaikannya, apalah artinya. Aku takut kehilangan dia, aku takut terlalu sibuk mencari kekurangannya nantinya aku akan mneyesal.Tapi aku juga tetap seorang istri yang butuh diperhatikan, ditegur, diajak bercanda, didengar pendapatnya.

Aku sering merasa sebal pada abi ketika semua unek2 ku kuceritakan yang ada dia mematahkannya. Misalnya ketika aku khawatir sahlan pupnya sering dan berdarah, aku ingin bilang ini pasti ada yang tidak beres, dan harus dibawa ke dokter. Feelingku sebagai ibu sering bermain. Tapi abi selalu menanggapinya dengan negatif. Dia paling ga suka ke dokter, dia malh menyalahkan aku yang suka pake AC.Dia ga suka dengan modernisasi. Segala yang membuat istrinya nyaman dirumah, menurutnya itu tidak penting.Aku memang panikkan, tapi aku tetap seorang ibu.Isting ku sering berbicara jika ada yang tidak beres.

Aku ingin berterima kasih karena abi sudah membelikan kami rumah yang bagus untuk tempat kami berteduh, mobil untuk kami pergi agar tidak kepanasan dan kehujanan. Dan banyak lagi semua pemberiannya. Tapi aku juga manusia yang tidak hanya butuh diperhatikan dengan kebutuhan dunia, aku ingin dihargai sebagai ibu, disayangi sebagai istri.

Selamat ulangtahun Pernikahan yang ke 6 ya Ummi...I 'm verry proud of you..
aku hanya ingin dengar itu dari mulutnya, tapi sampai kami pulang dirumah dari acara surprise itu, tak sebaitpun kata yang dikatakan untukku. Dia justru larut dalam tontonan bolanya di TV. Sampai ketika dia sudah di tempat tidur dan kutanya bagaimana perasaannya? Abi hanya menjawab, 'ya...boleh juga'....lalu seperti biasa dia pun tertidur dengan lelap. Masih meninggalkan rasa dihatiku yang mengharap balasan atas surprise yang kubuat.


Itulah yang kadang membuatku sedih, kenapa sih pria tidak bisa mengungkapkan isi hatinya sesering wanita? dan kenapa juga wanita sukanya mendengar kata-kata yang merdu merayu melulu?.

'cinta , bukan hanya sekedar kata...
'cinta, adalah pertautan hati....

'akulah penjaga mu...
'akulah pelindungmu...
'akulah pendamping mu...disetiap langkah2mu...

Kaya'nya lirik lagu diatas pas banget menggambarkan bagaimana suasana hati Abi sebenarnya. Seperti yang dia selalu bilang, dia ga suka banyak kata, lebih baik di buktikan dengan perbuatan nyata.

Dan liburan lebaran haji - Natal kemarin jadi buktinya. Disaat aku dan anak-anak terkapar sakit tak berdaya, Abi dengan sabar mengurus kami bertiga. Memandikan anak-anak, menyuapi mereka, memberi obat, mengantar ke dokter, mengurut dan kerokin badanku, sampai menyuapi aku makan yang kala itu bener2 ga bisa bangun.

Duuuhhhh.jadi merasa seperti istri yang durhaka. Maafin Ummi ya Bi, sekarang Ummi yakin bahwa kasih sayang Abi lebih dari hanya sekedar kata....

We proud off You Abi....

We love U dear, And May Alloh always bless your Life....
Ya Alloh, berkahilah pernikahan kami dan jadikan anak2 kami pemimpin yang adil.

Amiinn amiin yaaa robbal'alamiin..

BISNIS MLM , WHY NOT?

Tarik napasss Hempaskan . . Jadi sejatinya ga ada teman yg bener2 tulus. Sebaik2 nya teman tetep aja ada yg merasa paling suci paling be...