Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2015

Catatan Kecil untuk ku lebih khusyu Membaca Quran


Assalamualaikum
Semangat jumat penuh berkah...
Alhmdulillah Allah menyampaikan kita dipagi yg penuh berkah ini. Nikmat hidup dan nafas adalah nikmat yg sering kita tdk sadari besar maknanya. Saking tidak disadarinya ketika membaca ayat suci alquran yg merupakan firman Allah swt disamakan dengan menyanyi. Padahal faedah dan pahala membaca quran sangat jauh dgn menyanyi atau ber nasyid. Jika bernasyid disamakan dgn baca quran walopun nasyidnya isinya arti quran maka mungkin ketika ramadhan dimasjid berubah suasananya, org2 yg membaca quran dgn khusyu demi mengejar pahala menjadi suara2 org bernyanyi dgn macam2 gaya.entah seperti apa itu suasananya.

Sedih aja kl liat seorang muslim masih menghirup nafas pemberian Allah yg diyakininya tapi disaat yg sama menjadi pengingkar yg nyata . Ga kebayang bagaimana cara mereka mengagungkan Quran. Mudah2an tidak ada ide membaca doa ketika sholat dgn berbagai langgam bahasa. Bila pun terjadi mungkin pahala lain tidak hilang krn Allah swt memahami semua bahasa dan doa tapi pahala membaca 1 huruf alquran akan hilang. Rugi saja rasanya hati ini jika membaca quran tdk dgn bacaan sebenarnya.Padahal quran yg kira baca itu akan menjadi saksi diakhirat kelak bagi pembacanya.

Saat membaca quran adalah waktu pribadi antara seorang hamba dgn Tuhannya. Ketika hati hadir maka membaca quran ibarat air dipadang pasir, memuaskan rasa haus , menenangkan hati, melunakkan hati yg keras.Terkadang airmata tidak berhenti menetes saat membacanya krn kerinduan pada Sang Khalik yg sedang berkata dalam surat suratnya. Tulisan ini bukan utk menggurui, hanya suara hati kecil saya akan keprihatinan makin rendahnya umat muslim memandang quran yg notabene adalah buku panduan dari Sang Pencipta akan ciptaanNya yg bernama Manusia.

Buat sy membaca quran tetaplah harus dgn ilmunya seperti yg sy pelajari ketika tahsin , menjaga kesucian saat membaca juga diantaranya menjaga hukum bacaanya, menjaga cara memegangnya, menjaga kekhusyuan hati saat membaca tidak boleh sambil bercanda bernyanyi apalagi hiphop, menjaga kesucian sy saat membacanya dgn wudhu . ahhh sy bersyukur masih ingat itu semua masih menjalankan tata cara itu.
Modernisasi boleh jadi modernisasi tp dlm hal pendidikan agama tetaplah dijaga karena itu adalah hubungan kita pada Sang Khalik .

Saya bukan ustadzah tp sy hanya seorang Hamba yg sedih ketika surat surat cinta sang Pencipta menjadi bahan olok2 makhluk ciptaanNya sendiri.Astaghfirulloh...Doa sy semoga saya dan keturunan dijaga dari selalu mengagungkan Quran , mensucikan membacanya. Mengingat bahwa quran itu adalah firman Allah ta'ala Sang Pencipta Yang Maha Besar pencipta langit dan isinya dan bukan lagu karangan penyair ternama.

Wallahu' alambishowab
AlHaqqu minrobbikum

Hakikatnya RENOVASI



Saat ini Masjidil Haram sedang renovasi besar besaran. Memperluas area nya demi bisa menampung jamaah dr seluruh dunia yang makin banyak.Memperbaiki fasilitas agar bisa membuat jamaah nyaman beribadah.inilah resiko yg harus dihadapi ketika semakin banyak ummat yg menyadari besarnya pahala beribadah diBaitulloh 100.000 kali lebih besar pahalanya dr beribadah di luar kedua masjid suci.

Renovasi hakikatnya adalah sebuah usaha perbaikan. Memperbaiki tidak selalu harus menunggu rusak tapi ketika daya tampung dan kenyaman sudah berkurang maka saat itulah harus ada perbaikan.

Perbaikan atau renovasi itu ga nyaman. Karena selama beberapa waktu kita harus sedikit rela meninggalkan kenyamanan, rela menurunkan standard, rela membuat alternatif cadangan supaya aktifitas tetap berjalan. Tak mengapa toh hanya sementara karena kita tau yg sedang diperbaiki adalah yang akan membuat kondisi masa depan lebih kondusif lagi.

Begitupun dengan diri kita dengan bisnis kita. Saat ini kita ga nyaman karena kita harus memperbaiki diri dulu. Memperbaiki jam kerja, memperbaiki mindset, memperbaiki cara kerja, memperbaiki impian. Demi bisnis jangka panjang rela dulu masih cape cape membangun system, cape2 kasih training, cape begadang, cape nahan puasa ga ngemall ga jalan jalan ga nonton demi membangun jaringan kuat dulu. Beneran ga nyaman tapi kita tahu itu hanya sementara aja. Karena setelah itu kita bisa menikmati buah dr kesabaran dalam ketidaknyamanan demi sebuah perbaikan yg long lasting.

Terus memperbaiki diri
Karena manusia tempatnya salah.

Wallahu'alam bishowab

Purigading, Des 2014.

Hany Kurniasari

Belajar dari Anggota tubuh


Setiap anggota tubuh manusia adalah satu kesatuan. Masing masing memiliki tugas dan fungsinya tapi harus saling bekerja sama. Kepala telinga hidung mata mulut tangan kaki jantung hati ginjal bahkan maaf dubur manusia sekalipun jgn disepelekan.

Terkadang kita memandang yg paling mulia adalah kepala karena dia posisi nya diatas. Sementara alat vital manusia krn letaknya dibawah dan hanya mengeluarkan kotoran selalu dipandang hina. Tapi pernahkan anda bayangkan sehari ga punya dubur? Sehari ga bisa kentut? Sehari ga bisa pup? Sehari tanpa ginjal ? Bisa jutaan melayang demi yg namanya membuat lubang utk mengeluarkan kotoran manusia.

Saat anak ketiga saya dulu 4thn lalu opname dirumah sakit jantung anak , saya sekamar dgn ibu yg anaknya dirawat setelah menjalani operasi jantung dan operasi membuat lubang di pinggir perutnya utk tempat membuang kotoran. Ngilu rasanya hati ini melihat bayi baru berumur 1thn sudah me jalani operasi besar macam itu T_T

Tapi coba kita lihat ketika kita sholat saat kita pasrah bersujud posisi kepala kita justru berada lebih rendah daripada alat vital manusia tempat keluarnya kotoran. Apa filosofi yg mungkin Allah ingin sampaikan?

Bahwa manusia adalah satu kesatuan . Siapa pun kita tidak boleh memandang rendah apalagi meremehkan orang lain yg mungkin secara strata sosial ekonomi jauh dibawah kita , krn belum tentu kita lebih mulian dimata Allah. Tidak ada yg membedakan manusia satu dgn manusia lain kecuali krn keimanan dan taqwanya.
Ada kalanya pemimpin itu paling dijunjung tapi suatu saat dia harus mau sejajar dengan yg lain bahkan mungkin harus lebih rendah dr orang yg paling rendah dimatanya.

Karena itu jangan sombong
Jangan merendahkan orang lain
Karena bisa jadi tanpa dia kita tidak ada apa apanya.

Wallahu 'alam bishowab.

Bekasi 9 Desember 2014
Hany Kurniasari

Minggu, 14 Juli 2013

Ramadhan pun Mengajarkan saya mengenal TARGET.

Ngomongin target itu ternyata bukan cuma soal bisnis aja. Saya pribadi udah kenal yg namanya target sejak masih duduk dibangku sekolah. Latar belakang saya yg sebagai anak ROHIS dan suka ikutan pengajian dengan kakak2 kelas mengenalkan saya bahwa seorang muslim ga boleh takut sama target.Target membuat seorang muslim itu tau apa saja yg harus dia kerjakan setiap harinya dan sampe dimana tujuannya.

Waktu jaman sekolah sejak SMA sampek kuliah. Guru ngaji saya selalu ngasih target ibadah harian sama kita murid2nya. Dan itu ga hanya dilakukan disaat Ramadhan datang. Disaat bulan lain pun target harian itu harus komit ko dijalanin. Saya dan teman teman satu pengajian biasanya sudah dilatih sama ustadzah untuk merutinkan target itu. Dan setiap minggu kita selalu dievaluasi, selalu ada yg namanya setoran dr target2 kita.

Pernah punya target ibadah harian seperti ini selama 365 hari dikurangi 29 hari pada bulan ramadhan ...
- Sholat wajib tepat waktu 5x, bukan lagi sholat wajib minimal ngerjain atau enggak... namanya sholat wajib ya harus dikerjain:)
- Sholat rawatib 5x sehari.
- sholat dhuha min 3x seminggu
- sholat tahajud min 4x seminggu
- tilawah min 5 lembar perhari
- hafalan surat min 2surat perminggu
- riyadhoh min 1x minggu
- silaturahim min 1x seminggu
- shaum sunnah senin - kamis
- shaum yaumulbid
itu contoh contoh target yg biasa aku jabanin dr jaman SMA sampe sekrang. kalo datang bulan ramadhan biasanya targetnya ditambah 2x nya , misal tarawih tiap hari ga boleh bolong, dhuha jadi tiap hari, tahajud tiap hari, sholat witir tiap hari, tilawah 1 juz perhari , hafalan nambah 2juz. Dan lain lainnya...

Jiperrr? iya
kebayang tiap minggu kudu setor hafalan ke ustadzah, kudu isi daftar evaluasi targetnya, dan ditanyain kenapa tidak achive.

Untuk apa?
Pada dasarnya untuk melatih kita punya yg namanya konsisten dan komitmen sama satu hal berjudul ibadah wajib. Hasilnya gimana?
Alhamdulillah paling tidak ketika saya menikah, saya sudah punya bekalan hasil tempaan bertahun tahun guru ngaji saya. Targetnya apa? menciptakan seorang calon orang tua yg siap ilmu agamanya buat diajarin ke anak anak. Karena anak adalah amanah makanya kita calon orangtua harus punya bekal bagus supaya bisa melahirkan anak anak yg baik ibadahnya juga. Dari sini kita belajar yg namanya duplikasi. orangtua sebagai role model bagi anak anak.

Setelah menikah, saya dan suami ga mau egois dengan target sendiri. terbayang bakal punya anak, bakal disekolahin kemana anak anak kami? bakal tinggal dimana? mau punya rumah seperti apa? mau punya waktu sebanyak apa bersama anak? semua pake target.

Tahun 2001 menikah
Tahun 2004 lahir anak pertama
Tahun 2005 nekad beli rumah dengan nyicil
Tahun 2007 lahir anak kedua
Tahun 2007 juga beraniin diri kepepet hidupnya dengan nambah cicilan beli mobil seken demi bisa bawa anak 2 tanpa kepanasan dan kehujanan.
Tahun 2008 nekad buka bisnis kuliner + olshop
Tahun 2009 beraniin diri renovasi rumah 2lt demi anak anak bisa punya rumah lebih baik dan bisa ajak ortu nginep di rumah yg layak, kamar yg memadai.
Tahun 2010 lahir anak ke3, dikasih ujian dengan wafatnya karena sakit, lalu mengakhiri tahun 2010 dengan join oriflame.
Tahun 2011 target jadi SM tercapai
Tahun 2012 lahir anak ke4, target jadi Director tercapai walo target jadi Gold mundur
Tahun 2013 target jadi GOLD tercapai dan beraniin diri ganti mobil dgn bonus oriflame
Tahun 2014 target bisa ikut GOLD CRUISE
Tahun 2015
2016
2017
...
dst
Semuanya pake target , ga ada yg let it flow aja
Diluar tawakal dan sabar pada ketentuan Alloh, saya meyakini Alloh itu seperti sangkaan hambaNYA. jadi saya optimis Alloh senang dengan hambaNya yg rajin dan bekerja keras utk IMPIAN. Suami saya aja masih berani ngasih target ke saya kudu hamil lagi sebelum umur 35! *tahun depan itu hadewww tutupmukaaa :p

Lalu apa hubungannya ama bisnis Oriflame?
Sama, ada targetnya...
Ketika kita sudah terbiasa bekerja dan beribadah dengan tujuan dan target yg jelas , kita ga akan membuang satu haripun tanpa makna. Ada ibadah yang yg tercapai, ada pekerjaan yg tercapai targetnya.  Ketika ada downline yg bilang mau maju dan mau dibantu naik level, sy akan perkenalkan dengan to do list mereka setiap hari, apa pekerjaan harian dan apa target yg mereka harus capai supaya benarr mereka bisa sukses.

jadi ketika upline  bilang misalnya,
- Prospek sehari sekian orang
- closing sehari minimal 1 org
- aktifasi perkembangan grup sehari minimal sekian bp
- ikut training A tgl sekian
- Bawa capros minimal sekian orang ke acara  offline
- tupo minimal udh kelar sblm tgl 7
dst
sebenarnya itupun melatih kita untuk merangkai sukses besar kita dalam puzzle sukses yg kecil kecil dulu.

Coba kita renungin selama ini pernah merasa terpaksa mengerjakan suatu target? Jangan jangan kita ga suka dikejar target , hanya let it flow aja, yaa ibaratnya kalo dapet syukur kalo enggak pasrah aja. ya pantes aja kl IMPIANnya juga ngalir gitu aja, saking ngalirnya sampe ga mampir mampir ke kita :P

Mau jadi orang tua yg baik ya seperti itu pola latihan pribadinya diajarkan sama guru ngaji. Emang kamu mau jadi ortu yg ga punya ilmu buat anak anak?

Mau jadi Oriflamer yg sukses nah upline sudah jabarin target pekerjaan harian mu. Emang kamu mau bertahun tahun ngerjain oriflame disaat yg lain udah dapet mobil , puluhan juta dll, kamu masih setia jadi konsultan? Kerjakan TARGETmu hari ini jika mau merangkai suksesmu lebih besar. Hanya butuh kerendahan hati utk belajar, mengikuti dan mengerjakannya. TARGET itu ga menakutkan, yang menakutkan kalo kamu tidak punya TARGET apa apa buat dunia dan akhiratmu.

Mumpung masih tanggal 1 ramadhan, segera buat TARGET RAMADHAN mu dan TARGET bisnis oriflamemu. Jika tidurnya orang berpuasa saja nilainya ibadah, apalagi klo bekerja. Jangan dibalik jadi , ooo ya udah tidur aja deh kl puasa sih. Jika senyum aja bernilai pahala, lalu kenapa tidak sedekah sambil senyum? pasti pahalanya lebih besar lagi daripada senyum saja.

Yuk jadiin Ramadhan ini bulan buat kita semangat kejar TARGET ibadah dan IMPIANmu.
BERDOA , FOCUS , JABANIN!.
BISMILLAH... Banyak doa diijabah di bulan Ramadhan...

GO DIAMOND 2014!

Happy Ramadhan with TARGETS *_^

Hany Kurniasari
GOLD DIRECTOR
http://hanykurniasari.com

Kamis, 09 Agustus 2012

Pertama kali berjilbab

Jaman sekarang, muslimah mau pake jilbab sudah gampang ya.Gimana enggak, yang namanya baju muslim dan jilbabnya itu sudah jadi komoditi tersendiri. Coba saja lihat pusat-pusat belanja dimana saja pasti ada penjual pakaian muslim dan jilbab dengan berbagai bentuk.

Mulai dari yang murah sampai yang harganya ratusan ribu. Dari yang jilbab sederhana sampai yang bertahta kan payet atau sulaman dan mutiara. Bahkan desainer-desainer kondang pun ga mau kalah 'memanfaatkan' pesatnya pertumbuhan pakaian muslim yang laku bak kacang goreng.

Aku jadi teringat ketika hampir 12 tahun lalu pertama kali aku mau memakai jilbab.

Ya, memakai jilbab yang bukan sembarang pakai. Yang pagi pakai trus sore dilepas. yang pake jilbab ketika pergi ngaji aja, tapi ketika aktivitas lain lantas dilepas.Waktu itu yang namanya pakai jilbab jarang sekali. Bahkan mode dan bentuk jilbabpun masih konvensional.

Aku waktu itu baru menginjak kelas 2 SMU. Sudah lama niat berjilbab itu tertanam dalam hati. Apalagi semenjak kelas 3 SMP aku sudah aktif mengikuti kegiatan mentoring. Bahkan beranjak SMU pun aku lebih memilih ikut ekskul ROHIS. Tentu saja hal ini semakin membuatku mantap untuk berjilbab.

Tapi ternyata, ketika niatku itu ku ungkapkan pada Mama. Mama langsung marah besar. Dalam pikirannya kala itu, wanita berjilbab itu kuno!, pakaiannya jelek kaya pake daster, kumuh, bau, susah dapat kerja, susah nyari jodoh dan lain sebagainya. Yah, mama ku mengambil kesimpulan dari apa yang dia lihat semata.Aku sampai menangis tersedu memohon ijinnya.Tapi tetap tidak jawab mama. Akhirnya aku hanya mendapat hiburan dari Papa. Lagi-lagi papa selalu mendukung apa yang jadi keinginanku.

Karena mama sama sekali tidak mendukung, maka mama pun tidak peduli untuk menyediakan jilbabku, pakaian seragam sekolah yang panjangpun kudapat dari bekas-bekas guru ngajiku saat itu. Belum lagi jilbab yang kupakai banyak dikasih dari teman-teman muslimah di sekolah. Alhamdulillah, aku bersyukur.

Akhirnya niatkupun mantap sudah. hari itu aku pergi kesekolah dengan seragam baju dan rok panjang lengkap dengan jilbab putihnya. Serasa ada yang membuatku bergidik merinding ketika pakaian itu sudah kupakai. Sambil terus mematut diri dicermin aku terus merasa gemetar.Oh begini rasanya terbungkus pakaian mulia itu.

Mama tak menegurku sama sekali. Akhirnya aku pergi sekolah juga. Sesampainya disekolah, seisi kelas gempar! mereka kaget melihat perubahanku. Ada yang memandang aneh, ada yang yang tersenyum dan yang paling gembira tentu teman-teman ku di ROHIS kala itu. Mereka bergantian memberiku ucapan selamat dan doa, termasuk temanku Dewi. Dialah yang teman sekelasku yang paling dekat denganku kala itu. Dia sudah berjilbab sejak SMP. Dia pula yang membawa angin hidayah untukku. Dia hampir menangis melihatku sudah berjilbab.

Alhamdulillah, ya Alloh....
terima kasih atas hidayah Mu yang telah Kau berikan.
Nikmatnya hidayah Islam Mu sungguh tiada bandingnya kurasakan.
Do'aku, Mohon jagalah selalu hidayah ini ya Alloh.Agar nikmatnya senantiasa bersamaku.
Amiin....

Kamis, 27 Oktober 2011

HIDUP KAYA TIDAKLAH TERCELA

Masya Allah, “Sudah kaya, taat beragama, rajin beribadah, berinfak pun tidak pernah putus.” Demikianlah kira-kira pujian terhadap orang yang memiliki banyak harta, berakhlak baik, dan taat menjalankan perintah agama.

Bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi harta kekayaan yang dimilikinya? Haruskah dia kaya atau biasa-biasa saja? Ataukah menerima apa adanya?

 

Harta kekayaan merupakan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang harus disyukuri. Kaya di dunia bukan satu hal yang tercela. Namun, yang menimbulkan cela adalah perilaku orang yang berduit yang rakus dan tamak terhadap harta. Dalam rangka menumpuk harta, mereka tak segan-segan menggunakan cara yang tidak halal. Setelah berhasil meraihnya, mereka tidak menunaikan haknya, bakhil, membelanjakan harta bukan pada tempatnya, atau bahkan sombong karenanya, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), ”Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat berkeluh-kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir." (Q.S. Al-Ma’arij:19--21)

 

Agar sukses dan bahagia di dunia dan akhirat, Allah subhanahu wa ta’ala mengarahkan para hamba-Nya agar berdoa, sebagaimana firman-Nya (yang artinya), "Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jagalah kami dari siksa api neraka." (Q.S. Al-Baqarah:201)

 

Imam Khazin rahimahullah menegaskan dalam tafsirnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala membagi umat manusia yang berdoa menjadi dua. Pertama, kelompok yang hanya berdoa untuk kepentingan dunia. Mereka ini adalah orang-orang kafir, karena mereka tidak menyakini hari kebangkitan dan akhirat. Sementara, kelompok lain (kedua), yaitu orang-orang mukmin yang menggabungkan dalam doa mereka antara kepentingan dunia dan akhirat. Dengan alasan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah yang selalu kekurangan, tidak sanggup hidup sengsara dan terlunta-lunta. [1]

 

Para pendahulu kita, as-salafush shalih dari kalangan shahabat maupun tabi’in telah memberi teladan cara meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Zubair bin Awwam radhiallahu ‘anhu, misalnya, memiliki empat istri. Meski sepertiga hartanya telah diwasiatkan, tetapi masing-masing istrinya masih mendapatkan bagian sebesar satu juta dua ratus dinar. Jumlah harta kekayaan beliau radhiallahu ‘anhu seluruhnya adalah lima puluh juta dua ratus ribu (dinar). [2]

 

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkomentar, ”Ini menjadi bantahan terhadap orang-orang zuhud yang tidak berilmu yang tidak suka mengumpulkan harta kekayaan.” [3]

 

Oleh karena itu, Islam tidak membiarkan seorang muslim merasa kebingungan dalam berusaha mencari nafkah. Bahkan, Islam telah memberikan solusi tuntas dan mengajarkan etika mulia agar mereka mencapai kesuksesan ketika mengais rezeki, sehingga pintu kemakmuran dan keberkahan akan terbuka.

 

Istiqamah dengan harta

Kekayaan kadang membuat manusia lupa kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberi mereka harta. Ini menyebabkan kufur nikmat.

Jika kekayaan membuat seseorang tetap istiqamah dan taat beragama, harta itu akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak.

Misalnya, dengan hidup berkecukupan maka menutut ilmu menjadi mudah, beribadah menjadi lancar, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, berdakwah semakin sukses, berumah tangga semakin stabil, dan beramal saleh semakin tangguh. Oleh karena itu, harta di tangan seorang mukmin tidak akan berubah menjadi monster perusak kehidupan dan tatanan sosial serta penghancur kebahagiaan keluarga dan pilar-pilar rumah tangga. Sebaliknya, harta di tangan seorang muslim bisa berfungsi sebagai sarana penyeimbang dalam beribadah dan perekat hubungan dengan makhluk.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Harta terbaik adalah yang dimiliki laki-laki yang saleh." [4]

Bahkan, harta tersebut akan menjadi sebuah energi yang memancarkan masa depan cerah dan sebuah kekuatan yang mengandng berbagai macam keutamaan dan kemuliaan dunia dan akhirat. Harta juga bisa menjadi penggerak roda dakwah dan jihad di jalan Allah.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. 'Sesungguhnya, kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dri kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.'" (Q.S. Al-Insan:8--9)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi pujian kepada seorang muslim yang dermawan dan membelanjakan hartanya dalam kebaikan. Dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang lelaki adalah dinar seseorang yang dibelanjakan untuk nafkah keluarganya." [5]

 

Dengan harta yang halal dan bersih, para generasi salaf berlomba dan berpacu untuk mengejar pahala dan meraih surga. Seperti yang terjadi pada kehidupan Umar radhiallahu ‘anhu yang bersaing secara "sehat" dalam berinfak, di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, dengan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu.

 

Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu bercerita, "Suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami agar bersedekah, dan ketika itu, saya sedang memiliki banyak harta. Saya mengatakan, ’Hari ini, saya akan mampu mengungguli Abu Bakar.’ Kemudian, saya pun datang dengan membawa separuh hartaku untuk disedekahkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?’ Saya menjawab, ’Saya tinggalkan sejumlah itu untuk keluargaku.’ Lalu, Abu Bakar datang membawa semua kekayaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Ia menjawab, ’Saya tinggalkan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka.’ Lalu, aku berkata, ’Saya tidak akan bisa mengunggulimu selamanya.’" [6]

 

Kenapa rela hidup terhina?

Islam sangat mencela pemalas dan membatasi ruang gerak peminta-minta serta mengunci rapat semua bentuk ketergantungan hidup pada orang lain, karena tindakan tersebut akan menimbulkan berbagai macam keburukan dan kemunduran dalam kehidupan. Alquran juga memuji orang yang bersabar dan menahan diri dengan tidak meminta uluran tangan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), "(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi. Orang yang tidak tahu menyangka bahwa mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya; mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah:273)

 

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, ”Tidaklah ada seseorang yang malas bekerja melainkan ia berada dalam dua keburukan. Pertama, menelantarkan keluarga dan meninggalkan kewajiban dengan berkedok tawakal, sehingga hidupnya menjadi batu sandungan orang lain dan keluarganya berada dalam kesusahan. Kedua, demikian itu suatu kehinaan yang tidak menimpa kecuali orang yang hina dan gelandangan, sebab orang yang bermartabat tidak akan rela kehilangan harga diri hanya karena kemalasan dengan dalih tawakal yang sarat dengan hiasan kebodohan. Bisa jadi, orang tidak memiliki harta masih tetap punya peluang dan kesempatan untuk berusaha.” [7]

 

Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi jaminan surga bagi orang yang mampu memelihara diri dengan tidak meminta-minta, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis dari Tsaubanradhiallahu ‘anhu, "Barang siapa yang bisa menjaminku untuk tidak meminta-minta suatu kebutuhan apa pun kepada seseorang maka aku akan menjaminnya dengan surga." [8]

 

Seorang muslim harus berusaha hidup berkecukupan, memerangi kemalasan, bersemangat dalam mencari nafkah, berdedikasi dalam menutupi kebutuhan, dan rajin bekerja demi memelihara masa depan anak agar mampu hidup mandiri dan tidak menjadi beban orang lain. Penyebabnya, pemalas yang menjadi beban orang dan pengemis yang menjual harga diri merupakan manusia paling tercela dan sangat dibenci Islam, seperti yang telah ditegaskan dalam sebuah hadis dari Abdullah Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah sikap meminta-minta terdapat pada diri seseorang di antara kalian kecuali ia bertemu dengan Allah sementara di wajahnya tidak ada secuil daging pun." [9]

Bersambung, insya Allah ....

 

Catatan kaki:

[1] Lihat tafsir Lubabut Ta’wil, Imam Al-Khazin, 1:124.

[2] H.R. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, no. 3129 dan Abu Nu’aim dalam Hilyah, hlm. 286.

[3] Fathul Bari, Ibnu Hajar, 6:262.

[4] H.R. Ahmad dalam Musnad dengan sanad hasan, juz 4, hadis no. 197 dan 202.

[5] H.R. Muslim, 2:574 (994).

[6] H.R. Tirmidzi, no. 3675; Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 1:414. Beliau rahimahullah mengatakan, "Sahih."

[7] Talbisul Iblis, Ibnul Jauzi, hlm. 303.

[8] H.R. Abu Daud. Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa sanadnya sahih.

[9] H.R. Al-Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i dalam Sunan-nya.

 

Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 12, thn. XIV, Jumadil Ula 1432 H/April 2011 M.

Artikel www.ibnuabbaskendari.wordpress.com

Dipublikasikan ulang oleh www.PengusahaMuslim.com, disertai penyuntingan bahasa.

Jumat, 09 September 2011

Swedia Dukung Upaya Pengakuan Kenegaraan Palestina di PBB

Judulnya sangat tidak nyambung dgn Oriflame?
Mungkin iya
Tapi menurutku tidak.
Alias, nyambung tuh
Kenapa?

Banyak sekali orang yg aku prospek dalam hal ini notabene memang yg pemahaman dan Fanatik Islamnya sangat kuat. Salah kah? ga lah, memang harus kok. Dalam meyakini agama kita, kita harus fanatik plek, kalo enggak ya pasti aja mudah terombang ambing.

Dalam hal ini termasuk soal bisnis Oriflame. Banyak yg beralasan ga mau gabung karena Oriflame itu produk luar negri, produk Negara Eropa. Kalo udah ngomong negara luar negri mesti dikait kaitkan dgn Kaki tangan dan penyandang dana Yahudi. Hati2 itu sangat boleh, tapi bukan berarti taklik buta. Lebih baik cari ilmunya. Banyak juga negara eropa yg bagus dan bukan kaki tangan yahudi. Yah kita sebagai org Asia banyakan pukul rata, Istilahnya akibat Amerika setitik, rusah Eropa sebelanga!. Aku malah mesti bilang hati hati loh kalo kamu bisnisnya yg berasal dari negara adidaya itu, lah asalanya aja udah dari amrik, ya lebih harus di waspadai kalo mereka kaki tangannya Yahudi. 

Oke, aku ga usah memperlebar bahasan ya, karena yg mau aku kasihliat disini bukan tentang Amerika or Yahudi. Ini tentang bagaimana Negara SWEDIA sebagai kampungnya Oriflame, asal produk Oriflame bermula ternyata sangat mendukung ISLAM. Salah satunya ?? simak link berikutn ini ya....

**********************



PKS Nongsa - Kementerian Luar Negeri Swedia telah menyatakan dukungan bagi upaya Ramallah mendapatkan pengakuan atas negara Palestina pada saat negara Skandinavia itu mengadakan upacara penyambutan untuk perwakilan resmi Palestina yang pertama.

Duta Besar Palestina Hala Husni Fariz bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt pada Kamis kemarin (8/9) bersamaan dengan Palestina secara resmi meluncurkan kampanye mereka untuk bergabung dengan PBB sebagai negara anggota penuh.


Seperti banyak negara Eropa lainnya, Swedia tahun ini mengupgrade status representasi Palestina dari delegasi umum menjadi misi diplomatik. Akibatnya, diplomat Palestina sekarang berstatus duta besar.


Bildt mengatakan "upaya Palestina untuk kenegaraan mereka telah membuat kemajuan besar. Untuk yang terbaik kami mengekspresikan dukungan kami dan sesuatu yang wajar bagi kami untuk meng-upgrade representasi Palestina di negara ini."(fq/ynet)

Sumber di copas dari : http://www.facebook.com/?ref=home#!/notes/partai-keadilan-sejahtera/swedia-dukung-upaya-pengakuan-kenegaraan-palestina-di-pbb/10150308801817141
***************************

Sudah jelaskan???
Isnya Alloh kita berbisnis dgn negara yg baik
Dengan produk yg alami dan pastinya Halal. (tentang kehalalan produk Oriflame bs di ubek2 di label HALAL).
Sistemnya juga murni MLM dan bukan money game apalgi arisan berantai.

makin tenang ya...
Semakin yakin dgn Oriflame, yuk ah banyakin ACTIONS dan maju terus, kebanyakan mikir ga maju2 sdgkan waktu tak bisa diputar. Siapa yg mau ikut mewujudkan IMPIAN2 nya bersama Oriflame ga usah ragu , kontak aku langsung yaaa.... tuh nomer2 kontaknya di jejerin disamping :))

GO DIAMOND!
GO PRESIDENT!


BISNIS MLM , WHY NOT?

Tarik napasss Hempaskan . . Jadi sejatinya ga ada teman yg bener2 tulus. Sebaik2 nya teman tetep aja ada yg merasa paling suci paling be...